<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tikkysuwantikno's Weblog</title>
	<atom:link href="http://tikkysuwantikno.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Feb 2009 04:26:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tikkysuwantikno.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1715491705455d29d0fa0dca1f38b07d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tikkysuwantikno's Weblog</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>MAKNA PEKERJAAN ANDA</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2009/02/07/makna-pekerjaan-anda/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2009/02/07/makna-pekerjaan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 04:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2009/02/07/makna-pekerjaan-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Makna Pekerjaan Anda&#8230;
By James Gwee
Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=89&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Makna Pekerjaan Anda&#8230;</p>
<p>By James Gwee</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.</p>
<p>Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan &#8220;seadanya&#8221;, namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.</p>
<p>Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bias mengecek pintu 30 kamar.</p>
<p>Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar.</p>
<p>Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. setelahpintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek  setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.</p>
<p>Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan,&#8221; James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah  perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.</p>
<p>&#8220;Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan,  bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya.&#8221;</p>
<p>Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.</p>
<p>Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian , Manajer atau Kadiv ?</p>
<p>Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, dan bagi keluarganya.</p>
<p>Regards,<br />
JAMES GWEE</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=89&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2009/02/07/makna-pekerjaan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ENAM PERTANYAAN</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/10/09/enam-pertanyaan/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/10/09/enam-pertanyaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 03:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[ &#60;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} span.yshortcuts 	{mso-style-name:yshortcuts;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&#62; 
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:&#8221;";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin:0in;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
ENAM PERTANYAAN
 
Suatu hari Seorang Guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=75&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} span.yshortcuts 	{mso-style-name:yshortcuts;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
 /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0in;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-ansi-language:#0400;<br />
	mso-fareast-language:#0400;<br />
	mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="SV">ENAM PERTANYAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="SV">Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..<br />
</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="FI">Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..</p>
<p>Pertama&#8230;<br />
</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="SV">&#8220;Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini&#8230;.???&#8221;<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab&#8230;. &#8220;orang tua&#8221;, &#8220;guru&#8221;, &#8220;teman&#8221;, dan &#8220;kerabatnya&#8221; ..<br />
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar&#8230;<br />
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah &#8220;kematian&#8221;.. &#8230;<br />
</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="FI">Sebab kematian adalah PASTI adanya&#8230;.</p>
<p>Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua&#8230;<br />
&#8220;Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab&#8230;&#8221; negara Cina&#8221;, &#8220;bulan&#8221;, &#8220;matahari&#8221;, dan &#8220;bintang-bintang&#8221; &#8230;<br />
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar&#8230;<br />
Tapi yang paling benar adalah &#8220;masa lalu&#8221;&#8230;<br />
Siapa pun kita&#8230; bagaimana pun kita&#8230;dan betapa kayanya kita&#8230; tetap kita<br />
TIDAK bisa kembali ke masa lalu&#8230;<br />
</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;" lang="SV">Sebab itu kita harus menjaga <span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">hari ini</span></span>&#8230; dan hari-hari yang akan datang..</p>
<p>Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga&#8230;.<br />
&#8220;Apa yang paling besar di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab&#8221;gunung&#8221; , &#8220;bumi&#8221;, dan &#8220;matahari&#8221;.. ..<br />
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru &#8230;<br />
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah &#8220;nafsu&#8221;&#8230;<br />
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya&#8230;<br />
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi &#8230;<br />
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini&#8230; jangan sampai<br />
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)&#8230;</p>
<p>Pertanyaan keempat adalah&#8230;<br />
&#8220;Apa yang paling berat di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Di antara muridnya ada yang menjawab&#8230;&#8221; baja&#8221;, &#8220;besi&#8221;, dan &#8220;gajah&#8221;&#8230;<br />
&#8220;Semua jawaban hampir benar&#8230;&#8221;, kata Sang Guru ..<br />
tapi yang paling berat adalah &#8220;memegang amanah&#8221;&#8230;</p>
<p>Pertanyaan yang kelima adalah&#8230; &#8220;Apa yang paling ringan di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Ada yang menjawab &#8220;kapas&#8221;, &#8220;angin&#8221;, &#8220;debu&#8221;, dan &#8220;daun-daunan&#8221; &#8230;<br />
&#8220;Semua itu benar&#8230;&#8221;, kata Sang Guru&#8230;<br />
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah &#8220;meninggalkan ibadah&#8221;&#8230;</p>
<p>Lalu pertanyaan keenam adalah&#8230;<br />
&#8220;Apakah yang paling tajam di dunia ini&#8230;???&#8221;<br />
Murid-muridnya menjawab dengan serentak&#8230; &#8220;PEDANG&#8230;!! !&#8221;<br />
&#8220;(hampir) Benar&#8230;&#8221;, kata Sang Guru<br />
tetapi yang paling tajam adalah &#8220;lidah manusia&#8221;&#8230;<br />
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati&#8230; dan<br />
melukai perasaan saudaranya sendiri&#8230;</p>
<p>Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN&#8230;<br />
senantiasa belajar dari MASA LALU&#8230;<br />
dan tidak memperturutkan NAFSU&#8230;???<br />
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun&#8230;<br />
</span></strong><strong><span style="font-family:Arial;color:#339966;">dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH&#8230;.<br />
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita&#8230;???</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=75&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/10/09/enam-pertanyaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAKAH ANDA ORANG TUA YANG TERLALU PROTEKTIF ?</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/08/14/apakah-anda-orang-tua-yang-terlalu-protektif/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/08/14/apakah-anda-orang-tua-yang-terlalu-protektif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 10:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda orang tua yang terlalu protektif ?
 
Oleh Ariesandi. 
 
Antara menjaga keselamatan anak dan terlalu protektif terdapat batas yang tipis. Orangtua yang berhasil adalah yang tahu kapan harus melangkah mundur dan membiarkan anak terbang begitu dia siap. Di zaman seperti ini, rasanya semakin sulit menjaga anak agar selalu sehat dan selamat. Masih bayi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=71&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://tikkysuwantikno.files.wordpress.com/2008/08/picture-108c.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-72" src="http://tikkysuwantikno.files.wordpress.com/2008/08/picture-108c.jpg?w=300&#038;h=241" alt="" width="300" height="241" /></a><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Apakah anda orang tua yang terlalu protektif ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Oleh Ariesandi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Antara menjaga keselamatan anak dan terlalu protektif terdapat batas yang tipis. Orangtua yang berhasil adalah yang tahu kapan harus melangkah mundur dan membiarkan anak terbang begitu dia siap. Di zaman seperti ini, rasanya semakin sulit menjaga anak agar selalu sehat dan selamat. Masih bayi dan berada di rumah sendiri pun sudah sudah dikelilingi berbagai bahaya, dari benda-benda tajam, cat yang mengandung timah, sampai virus-virus misterius penyebab penyakit berbahaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Sejalan dengan pertumbuhan anak Anda, rasa cemas Anda juga ikut tumbuh bersamanya. Untuk tumbuh menjadi anak yang sehat sejahtera, anak Anda memerlukan perhatian dan perlindungan. Perhatian dan perlindungan yang berlebihan membuat anak sulit mengembangkan rasa percaya diri dan ketangguhan yang diperlukan di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua, Anda dituntut untuk menemukan keseimbangan antara tidak melindungi, di mana anak-anak Anda mengalami sesuatu yang sebenarnya mereka belum siap hadapi. Dan terlalu melindungi, menghilangkan kesempatan penting untuk perkembangan dan meruntuhkan kemampuan mereka untuk bernegosiasi dengan tantangan-tantangan kehidupan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Perlu diingat, orangtua yang sukses adalah yang <span class="yshortcuts">mendidik anak</span> yang bisa mengurus dirinya sendiri. Untuk itu, Anda harus mengizinkan anak Anda menguji sayapnya. Anda tidak mendorongnya keluar dari sarang sebelum dia dipersiapkan untuk terbang. Anda juga tidak menahannya ketika dia sudah siap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Berikut langkah bijak bagi orangtua dalam memberikan perlindungan sejalan dengan pertumbuhan dan usia anak, dari Dr. Ava L. Siegler, Ph.D., ahli psikologi anak dalam buku The Essential Guide To The New Adolescence.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Lahir sampai 1,5 tahun : <span class="yshortcuts">Bayi</span> perlu keterlibatan total dari Anda<br />
Saya selalu menenangkan bayi saya kalau dia menangis. Tapi suami saya bilang, saya terlalu protektif dan bahwa saya harus membiarkannya agar lebih kuat dan tidak manja. Apakah dia benar ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Seorang bayi masih tergantung pada bujukan dan hiburan Anda untuk merasa nyaman. Mencoba bersikap lebih keras terhadap bayi bisa menimbulkan hasil yang bertentangan dengan apa yang Anda inginkan, yaitu seorang bayi yang tergantung dan rewel daripada seorang bayi yang tenang yang makin lama makin bisa berbaur dengan lingkungannya. Mendengarkan dengan cermat sinyal bayi Anda dapat membantu Anda mengetahui tingkat keterlibatan yang diperlukan dari Anda. Jika dia hanya merengek, Anda mungkin bisa menggunakan suara Anda untuk menenangkannya. (Oh, sayang, Mami ada di sini, kok. Lagi cuci piring. Mami ingat, ada anak Mami yang manis di sana.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><br />
Saat bayi Anda memulai latihan ketrampilan motoriknya (duduk, merangkak, dan berjalan) , Anda mungkin akan sulit menentukan batasan antara terlalu protektif dan tidak protektif. Bersama bayi, keamanan selalu merupakan prioritas utama, tetapi perlu diingat juga bahwa bayi perlu mengambil beberapa risiko untuk tumbuh dan berkembang. Jika anak Anda yang berusia 7 bulan berdiri dengan berpegangan pada jeruji boks, dia ingin memberitahu Anda bahwa dia sudah siap menerima tantangan fisik, walaupun dia masih perlu bantuan Anda untuk bisa duduk kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Umur 1,5 sampai 3 tahun : Anak balita yang serba ingin tahu harus belajar berhati-hati<br />
Putri saya, 2 tahun, senang main di bak pasir di taman. Tapi menurut tetangga saya, saya harus melarangnya karena tak tahu apa yang akan ditemukannya di sana. Apakah kekhawatiran tetangga saya itu benar ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><br />
Keselamatan merupakan masalah paling penting bagi orangtua yang mempunyai anak balita di bawah 3 tahun karena kelincahan geraknya. Di saat anak balita Anda memulai penjelajahannya, Anda harus memberikan pengawasan penuh dan hati-hati. Akan tetapi, terlalu banyak ‘jangan’ pada usia anak yang masih terlalu dini dapat menghambat rasa ingin tahu yang merupakan dorongan untuk belajar, dan mempengaruhi motivasi normal yang mendorongnya untuk berprestasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><br />
Jadi, bagaimana caranya mendorong otonomi sambil memperhatikan keselamatan anak? Salah satu solusi adalah menggunakan perkembangan kecerdasan anak Anda untuk mengajari dia tentang kehati-hatian yang wajar dan tepat. Daripada sekedar berteriak, ‘jangan!’ pada waktu anak Anda meraih cangkir, sebaiknya dapat Anda jelaskan, “Kopinya panas, bisa membuat tanganmu sakit. Sesuatu yang panas, bisa membuat kamu sakit, seperti kompor panas, cahaya lilin, dan lampu terang”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><br />
Jika Anda mencoba melindungi anak Anda dengan tak pernah semenit pun melepaskannya dari pengawasan Anda, berarti Anda terlalu protektif. Anda membuatnya terlalu tergantung kepada Anda untuk memproses informasi tentang keadaan sekelilingnya dan tidak mendorongnya untuk berpikir untuk dirinya sendiri melalui situasi-situasi baru. Anak-anak sama seperti kita, belajar lewat pengalaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"></p>
<p>Cara lain dengan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, misalnya daripada melarangnya bermain di bak pasir, lebih baik membersihkan pasirnya dari kotoran-kotoran atau benda-benda berbahaya sebelum dia masuk ke dalam bak atau daripada berkata ‘jangan !’ setiap kali dia menarik kabel peralatan listrik, lebih baik amankan ruangan Anda sehingga anak Anda bebas menjelajahinya tanpa takut menghadapi masalah. Anak Anda akan matang lebih cepat jika Anda menyediakan beberapa peluang untuk kebebasan yang aman tetapi tetap di bawah pengawasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Umur 3 sampai 6 tahun : Anak pra sekolah harus belajar pelajaran hidup yang penting<br />
Saya khawatir, anak saya, 4 tahun, terlalu ramah. Apakah bijaksana jika saya bersikap lebih keras terhadapnya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Pada usia ini, kepribadian anak Anda mulai terbentuk dan bisa dijadikan ukuran untuk menentukan jenis keterlibatan yang diperlukannya dari Anda. Dalam masalah fisik misalnya, anak yang berani dan tak bisa diam mungkin perlu bantuan Anda untuk belajar bagaimana cara mengendalikan dorongan-dorongannya. </span><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI">(Lompatan itu terlalu tinggi. Dan saya kira, kamu bisa jatuh di semen itu. Jadi, coba lompat di rumput saja). Anak penakut memerlukan dorongan Anda untuk percaya pada kemampuan fisiknya. (Lompatan itu tinggi. Tapi saya kira akan aman karena kamu akan mendarat di pasir. Kalau kamu ingin coba, saya akan menyambut kamu kalau jatuh).</span><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI">Dalam masalah sosial, anak pemalu mungkin perlu dorongan untuk bicara. </span><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">(Pak Toni sangat senang waktu kamu menyapanya. Dia benar-benar senang sama kamu). Anak yang terlalu ramah mungkin perlu diajari untuk membatasi keramahannya. (Kamu boleh saja mengucapkan <span class="yshortcuts">selamat pagi</span>. Tapi tak boleh duduk di pangkuan orang yang baru dikenal)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Ini merupakan usia di mana ketrampilan sosial anak Anda perlu dipoles. Dia masih memerlukan Anda untuk mengatur jadwal bermain dan aktivitas-aktivitasnya. Tapi jangan mencampuri dan mengendalikan permainan mereka. Setiap kali Anda melangkah mundur, Anda membantu anak Anda mengatur dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Karena anak Anda sudah cukup besar untuk menghabiskan waktunya bersama orang dewasa lainnya (tetangga, guru, penjaga toko dan sebagainya), tapi masih terlalu mudah untuk dibohongi, ini merupakan waktu yang paling baik untuk menanamkan aturan-aturan dasar tentang keselamatan dirinya. (Jangan bicara pada orang asing, walau mereka minta bantuan sekali pun. Jangan menerima makanan atau minuman dari siapa pun yang tidak kamu kenal. Jangan berdiri di dekat pintu mobil orang asing. Jangan pergi kemana-mana dengan seseorang tanpa seizin saya, walaupun dia bilang, dia akan membawa kamu bertemu dengan saya ). Cara terbaik untuk membantu anak Anda menyerap informasi ini adalah lewat permainan peran. Tanyakan dia, misalnya ada seorang anak remaja yang tidak kamu kenal minta tolong dicarikan anak kucingnya yang hilang ? Apa yang akan kamu lakukan ? Beritahu langsung anak Anda apa yang harus dilakukannya jika menghadapi situasi ini. Cepat lari dan cari orang dewasa yang kamu kenal atau polisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Umur 6 sampai 9 tahun : Anak usia sekolah harus berpikir untuk diri mereka sendiri<br />
Waktu membantu anak kami mengerjakan pekerjaan rumah, saya jadi bertanya-tanya, apakah bantuan itu lebih banyak baiknya atau lebih banyak buruknya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Tahun-tahun antara umur 6 dan 9 merupakan masa yang penting untuk pencapaian ketrampilan intelektual dan sosial. Saat anak masuk sekolah dasar, Anda pasti akan mendorongnya agar berusaha keras belajar dan berprestasi. Tapi ingat, anak Andalah yang kini bertanggungjawab untuk belajar, bukan Anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Pekerjaan rumah khususnya, mungkin bisa menjadi penyebab perang antara anak yang suka menunda dengan orangtua yang pencemas. Orangtua yang terlalu ambisius untuk anaknya biasanya menjadi cemas dengan kinerja anaknya sampai akhirnya mereka mengerjakan tugas-tugas anaknya. Hal ini tidak hanya membuat anak merasa usahanya tidak ada harganya, tetapi juga membuat gurunya jadi tidak mengetahui <span class="yshortcuts">perkembangan anak</span> yang sebenarnya. Yang mana yang belum dimengerti dan mana yang sudah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Ini juga merupakan waktu bagi Anda untuk tidak lagi mengatur waktu main atau main dengan siapa. Dorong anak Anda untuk membuat rencananya sendiri. ( Ada film baru di mall. </span><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI">Kenapa kamu tidak ajak Tessa untuk nonton bersama kita ? Sesudah itu, kita bisa makan pizza bersama ). Dengan cara ini, pesan yang ingin Anda sampaikan adalah bahwa ini waktu untuknya untuk mengatur hidupmu sendiri dan menjalankan segalanya untuk diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI">Umur 9 sampai 12 tahun : Anak pra remaja menantang perlindungan Anda<br />
Anak saya, umur 10, senang masuk ruang internet dan saya khawatir, dia melihat sesuatu yang tak pantas. Apakah saya harus membatasi atau melarangnya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI">Menurut Dr. Ava, saat anak mendekati masa remaja, adalah normal jika mereka menolakusaha Anda untuk melindungi mereka. Mereka bukannya mau melawan, tapi latihan mengatur diri sendiri tanpa campur tangan Anda. Suatu perkembangan yang penting sebagai langkah menuju otonomi masa dewasa. Anda tetap harus memberikan perhatian pada masalah internet yang terus membayang-bayangi kehidupan anak pra remaja karena terlalu banyak stimulasi tanpa pembatasan atau larangan, sehingga mereka mereka bisa dengan bebas melihat apa yang mereka inginkan. Memang, Anda bisa membeli perangkat lunak untuk menyaring informasi-informasi elektronik yang berbahaya, tetapi cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengusahakan agar anak pra remaja Anda menggunakan internet untuk sesuatu yang berguna, atau paling tidak untuk sesuatu yang pantas dan wajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="FI">Pada masa ini, melebihi masa sebelumnya, Anda harus mengemukakan harapan-harapan Anda pada anak-anak Anda, menegaskan kembali nilai-nilai dan standar-standar Anda. Tetapi tetap penting untuk membiarkan anak pra remaja Anda mengambil peluang dan kemungkinan berbuat salah. Banyaknya jumlah perlindungan yang sering diikuti dengan sedikitnya jumlah kebebasan pada usia ini bisa menimbulkan tindakan yang oleh Dr. Ava disebut lie or defy (berbohong atau menentang). Pembatasan yang tidak masuk akal bisa membuat anak Anda menghindar atau tak mau mengakui perbuatannya secara terbuka. </span><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Hal ini bisa menciptakan suasana saling tidak percaya dan konflik dalam keluarga. Yang lebih buruk lagi adalah, terlalu memberikan perlindungan pada usia ini bisa mengakibatkan anak pra remaja yang begitu bergantung pada keluarganya, sampai tak bisa berpisah dari keluarganya. Terlebih lagi, tak bisa menciptakan hubungan baru dengan anak-anak seusianya atau membangun karakter yang merupakan perkembangan wajib yang penting pada masa remaja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:green;" lang="SV">Jadi menurut Anda, apakah Anda orangtua yang terlalu protektif ? Hanya Anda yang tahu jawabannya. </span><span style="font-family:&quot;color:green;">Semoga bermanfaat.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=71&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/08/14/apakah-anda-orang-tua-yang-terlalu-protektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tikkysuwantikno.files.wordpress.com/2008/08/picture-108c.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KEBAHAGIAAN DALAM HIDUP PERNIKAHAN</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/07/21/kebahagiaan-dalam-hidup-pernikahan/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/07/21/kebahagiaan-dalam-hidup-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 02:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur. Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena  anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=69&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur. Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena  anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu  baru tidak akan lapar seharian di sekolah.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci  di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.  Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi  seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur  orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang. Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu  menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.  </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan,  setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih  mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia  adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk  berpretasi dalam pelajaran.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno. Ayah saya adalah seorang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha  besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam  proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara  diam diam di sudut halaman. </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan  dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka,  dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik. Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan  mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan,   dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak  diiringi dengan perkawinan yang bahagia?</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Pengorbanan yang dianggap benar.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.  Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga  keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. . Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami  saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik! </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Begitulah kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap  berkata begitu sama ayah.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus  mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Yang kamu inginkan ?</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat  akan ayah saya?  Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya,  Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun,jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan  caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.  cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah  melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi  dengan perkawinan yang bahagia.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"> </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"> </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami,  menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di  atas lantai seperti menatapi nasib ibu.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"> </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit  tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"> </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang  mencuci pakianmu.dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Semua itu tidak penting-lah! ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah  kau bisa lebih sering menemaniku.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami  memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"> </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Jalan kebahagiaan</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan  meletakkanya di atas meja buku, Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar  kebutuhanku.</span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat. </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"> </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit. </span><span style="color:green;" lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan  merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki. Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada  saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh  lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini,  perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup. Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan,  misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang  perjalanan keluar kota .</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa  menghibur gejolak hati masing-masing.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan  kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan,  kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai  bertahun-tahun silam.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah  menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya  akhirnya melangkah ke jalan bahagia.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka  terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua,  bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.</span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"> </span><span style="color:green;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat  merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga  sudah kecewa dan hancur.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang  pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang  kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya  memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat  diharapkan.</span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB"> </span><span style="color:green;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="EN-GB">sumber : unknown</span><span style="color:green;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=69&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/07/21/kebahagiaan-dalam-hidup-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DIBALIK PENDONOR SUMSUM TULANG BELAKANG DAN PELAKU PEMERKOSAAN</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/26/dibalik-pendonor-sumsum-tulang-belakang-dan-pemerkosa/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/26/dibalik-pendonor-sumsum-tulang-belakang-dan-pemerkosa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 06:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Dibalik Cerita Pendonor Sumsum Tulang Belakang dan Pelaku Pemerkosaan.
 
Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota , tak tahu aku bener engga nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam.

Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=62&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Dibalik Cerita Pendonor Sumsum Tulang Belakang dan Pelaku Pemerkosaan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota , tak tahu aku bener engga nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
</span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya,sang bayi kini menderita leukemia (kanker darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;">
<div class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya.<span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya. Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, Jika ia berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.</span></span></span></span></div>
<div><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"></span></span></div>
<div><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000080;"></span></span></span></div>
<p><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"></p>
<div><span style="color:#000080;"> </span></div>
<div><span style="color:#000080;"> </span></div>
<div><span style="color:#000080;"> </span></div>
<p></span></span></span><span style="color:#000080;"> </p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Kisah ini akan berakhir bagaimanakah ? Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi. </span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya.<br />
Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pendonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pendonor yang cocok sangatlah kecil kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu carayang paling manjur, yaitu Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa suara &#8220;Tuhan..kenapa menjadi begini ?&#8221; Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa. Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. </span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan termenung begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000080;">Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut masuk. Martha menggigit bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada dokter, &#8221; Ada suatu hal yang perlu kami beri tahu padamu. </span><span style="color:#000080;">Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun&#8221;. Dr. Adely menganggukkan kepalanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Lalu mereka menceritakan. &#8220;Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha sadar, dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1 malam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali . &#8220;Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. </span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
</span><span style="font-size:small;"><span style="color:#000080;">Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. </span><span style="color:#000080;">Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. </span><span style="color:#000080;">Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tetapi ketika mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa, pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukka n kepala berkata; &#8220;Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika&#8221;. Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata &#8221; Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnyacocok untuk Monika.Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian ?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Martha berkata : &#8220;Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya&#8221; . Dr. Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran. </span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">November 2002, di koranWayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan penderita leukimia ! Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr. Adely bagaikan meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. ( surat kabar Roma) Berkomentar dengan topik : Orang hitam itu akan munculkah ?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya. Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya ? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporak-porandakan perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran terkelam yg merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang pemeran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikann ya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan dendamnya akibat pen-diskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini. Di Napulese , ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu. Di mata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Ia tak pernah sedikitpun membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.telepon Dr.Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha. Sang istri, Lina berkata : &#8220;Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku di posisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian&#8230;. &#8221; Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan: &#8220;Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu ? Lina menjawab: &#8220;Sedikitpun aku tak akan memaafkannya !!!&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">&#8220;Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku&#8221;. Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat sang anak dan berkata: &#8220;Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Sampai di sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata untuk menenangkan ayahnya : &#8220;Baiklah, kumaafkan, pa, Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya. &#8230;&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
</span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri : &#8220;Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?&#8221; Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya yang mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian dengan menanyakan apakah ada masalah. Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah : &#8220;Selamat pagi, manager !&#8221; Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang : &#8220;Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely menambahkan kalimat terakhirnya berkata: &#8220;Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Terakhir ia berkata : &#8220;Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika. Aku<br />
harus menyelamatkannya&#8221; . Lina sangat terkejut, marah dan terluka mendengar semuanya, ia berteriak marah: &#8220;Kau PEMBOHONG !&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke rumah ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya : &#8220;Memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat menghadirkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur&#8230;. Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya, ataukah seorang suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama. Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000080;">&#8220;Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! </span><span style="color:#000080;">Aku akan menemanimu !&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili. Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat : &#8220;Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan !&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">10 Februari, kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini. 18 Februari, dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata : &#8220;Maaf&#8230;mohon maafkanlah aku !&#8221; Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu. Martha menjawab : &#8220;Terima kasih kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang dokter berkata dengan antusias : &#8220;Ini suatu keajaiban !&#8221; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya bagi mereka.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata: &#8220;Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian. Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di separoh usiaku selanjutnya. </span></span><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Sumber : ( Italia post)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">&#8220;Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini&#8230;&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000080;"><br />
<span style="font-size:small;">***</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=62&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/26/dibalik-pendonor-sumsum-tulang-belakang-dan-pemerkosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>12 PELUKAN DALAM SEHARI</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/16/12-pelukan-dalam-sehari/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/16/12-pelukan-dalam-sehari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 13:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi &#8230;. !!!

&#8220;Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,&#8221; kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=61&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"><strong>12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi &#8230;. !!!</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"></p>
<p><strong>&#8220;Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,&#8221; kata Virginia Satir, terapis keluarga.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"></p>
<p><strong>Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? </strong></span><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong>Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah lama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, <span class="yshortcuts">sakit kepala</span>, dan emosional.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"></p>
<p><strong>Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"></p>
<p><strong>Pelukan Damai</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. </span><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat &amp; merasa damai dan tentram.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"></p>
<p><strong>Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. </strong></span><strong><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV">Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. </span><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI">Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan &#8216;pelukan sosial&#8217;, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"></p>
<p><strong><span class="yshortcuts">Di Indonesia</span> juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, <span class="yshortcuts">orang tua</span> ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. </strong></span><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong>Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang<br />
membutuhkan.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong>Anak Tumbuh <span class="yshortcuts">Sehat </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong>&#8220;Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,&#8221; ujar<br />
Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India .</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong>Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong>Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan <span class="yshortcuts">kasih sayang</span> dari ke dua orang tuanya Jika sering disentuh, <span class="yshortcuts">bayi dalam kandungan</span> akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><br />
<strong>Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.<br />
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga<br />
akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki<br />
kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong>Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong>Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat. Transformasi Rasa Nyaman Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata,&#8221; pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain<br />
semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.&#8221;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong>Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun<br />
akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong>Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. </strong></span><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="FI"><strong>Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"><br />
<strong>Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara<br />
untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:green;font-family:Arial;" lang="SV"></p>
<p><strong>Jadi tunggu apa lagi&#8230; ???</strong></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=61&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/16/12-pelukan-dalam-sehari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUA ORANG BERBEDA</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/02/dua-orang-berbeda/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/02/dua-orang-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 07:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[PERNIKAHAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Dua Orang Berbeda, Tetapi Satu
 
Dalam pernikahan kita dipersatukan dengan seorang yang lain.Dengan seorang yang lain itu, kita hidup dalam satu rumah,melakukan kegiatan berdua, saling berbagi dan saling melayani.Sebenarnya jika kita pikirkan baik-baik, pernikahan tampak seperti ide yang ‘gila’ di mana kita mau meninggalkan keluarga kita untuk hidup dengan orang ‘asing’ yang awalnya bukanlah siapa-siapa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=60&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dua Orang Berbeda, Tetapi Satu</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam pernikahan kita dipersatukan dengan seorang yang lain.Dengan seorang yang lain itu, kita hidup dalam satu rumah,melakukan kegiatan berdua, saling berbagi dan saling melayani.Sebenarnya jika kita pikirkan baik-baik, pernikahan tampak seperti ide yang ‘gila’ di mana kita mau meninggalkan keluarga kita untuk hidup dengan orang ‘asing’ yang awalnya bukanlah siapa-siapa yang kita kenal. Bagaimana mungkin kita maudipersatukan dengan orang lain yang berasal dari keluarga yang tidak kita kenal untuk tinggal serumah dengan kita, untuk tinggal seumur hidup dengannya?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sadar atau tidak, siap atau tidak, masuk ke dalam pernikahan berarti kita rela hidup dengan seorang lain dengan resiko dikecewakan, disakiti dan kehidupan yang mungkin sulit.Sebagian besar dari kita menutup mata dan membiarkan diri percaya pada ilusi bahwa dua pribadi berbeda dengan latarbelakang berbeda yang hidup serumah akan merasa bahagia selamanya. Apakah kita mengabaikan fakta ini dan tidak menyadari bahwa sebenarnya menikah adalah langkah yang menyeramkan?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dalam perbedaan ini, ditambah dengan natur kita yang egois,maka tidak jarang pernikahan sulit dipertahankan karena masing-masing pasangan merasa sudah tidak cocok lagi. Tidaklah mengherankan jika angka perceraian semakin tinggi.Penjelasannya mudah sekali: karena kita bukanlah orang yang rela berkorban untuk orang lain. Karena kita ingin berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri dan bebas memutuskan untuk diri sendiri, termasuk memutuskan untuk berpisah dengan pasangan kita.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Jika kita berharap bahwa dengan menikah kita akan menjadi lebih merdeka (khususnya bagi mereka yang sering mengalami tekanan ketika tinggal bersama orangtua), maka anda pergi ketempat yang salah. Menikah merupakan hal yang berat karena kita kehilangan kebebasan kita untuk bertindak sesuai dengan apa yang kita inginkan. </span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="FI">Kita tidak lagi bisa melangkah kemanapun kita mau tanpa menyertakan pasangan kita dalam perjalanan tersebut. </span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Kita tidak lagi merasa independen,melainkan bergantung pada pasangan kita untuk langkah-langkahyang akan kita lalui. Karena pernikahan yang sesungguhnyaberarti menjadi satu dengan pasangan kita (Kejadian 2: ).Menikah berarti kehilangan identitas pribadi dan mengenakanidentitas baru, yaitu kesatuan dengan pasangan kita.</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sekarang<span>  </span>timbul pertanyaan: bagaimana mungkin dua pribadi yang berbeda menjadi satu? Apa yang dimaksud menjadi satu?Apakah menjadi satu berarti bahwa kita tidak lagi menjadi pribadi, melainkan hanya menjadi duplikat persis dari orang lain?</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ketika anda menikah, anda dipersatukan oleh Allah dan ini adalah ikatan yang tidak boleh diputuskan oleh manusia.Kesatuan paling indah dan sempurna adalah di dalam Allah Tritunggal, di mana tiga pribadi Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus saling menjadi satu dalam hubungan yang harmonis dan saling mengasihi. Seperti Allah Tritunggal, demikian jugalah indahnya kesatuan yang akan kita alami didalam pernikahan. Menyatu bukan berarti kehilangan jati diri dan berhenti menjadi pribadi. Menyatu berarti melihat hal yang sama, memiliki kehendak yang sama, dan rindu melakukan hal yang sama (ayat: apa yang kudus, sedap didengar, pikirkanlah semuanya itu). Dipersatukan oleh Allah dan untuk Allah berarti masuk ke dalam pekerjaan Tuhan, di mana kita akan dibentuk menjadi makin serupa dengan Allah. Kesatuan di dalam pernikahan tercapai ketika kita bersama-sama dengan pasangan merasakan apa yang Tuhan rasakan, melihat apa yang Tuhan lihat, dan melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan bagiNya, bagi pasangan kita, dan bagi orang lain yang Ia kasihi.Menjadi satu dengan pasangan anda berarti anda merasakan apa yang ia rasakan, sekaligus membuka diri tentang apa yang anda rasakan. </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Menjadi satu berarti mengenal dengan utuh pasangan anda tanpa ada yang ditutup-tutupi. Menjadi satu berarti kehilangan hak anda untuk menjadi egois dan memberikan hak pada pasangan anda untuk berpikir, mengungkapkan dirinya dan menentukan langkah bersama-sama dengan anda. Menjadi satu berarti anda tidak lagi berpikir dan memutuskan masa depan anda sendirian, tetapi rela dipimpin oleh pasangan anda. Menjadi satu berarti anda tidak lagi menginginkan yang baik bagi anda secara pribadi, tetapi menginginkan apa yang baik bagi pasangan anda, karena ia adalah anda. Ketika anda menyakiti diri sendiri, anda menyakiti pasangan anda. Ketika anda menyakiti pasangan anda, anda menyakiti diri sendiri. </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pikirkanlah: adakah orang yang ingin menyakiti dirinya sendiri? Adakah orang yang menginginkan ketidak bahagiaan dalam hidupnya? Jawabannya adalah tidak. Ketika anda menyadari bahwa pasangan anda adalah anda, dan bahwa anda adalah pasangan anda, maka anda tidak ingiin menyakitinya. Maka anda ingin ia merasa bahagia (ayat sebagaimana manusia mengasihi istrinya, demikianlah ia mengasihi dirinya sendiri) </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:blue;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:blue;" lang="FI">Ketika kita menjadi satu dengan pasangan kita, terjalin suatu hubungan yang sangat indah di mana kita melihat apa yang ia lihat. Ketika kita memandangnya dan melihat matanya, maka kita akan melihat diri kita sendiri, jujur dan terbuka di hadapannya. </span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="SV">Kita menjadi telanjang dan apa adanya dan tidak merasa malu (ayat). Sekali lagi terciptalah hubungan kasih yang murni seperti di taman Eden dan kita mengalami apa yang dialami Adam dan Hawa. </span></strong><strong><span style="color:blue;" lang="FI">Kemanapun kita melangkah, kaki kita menjadi satu dengan kakinya. Apapun yang kita inginkan dan rasakan, hati kita menjadi satu dengan hatinya. Apa yang kita butuhkan bahkan sudah diketahui oleh pasangan kita. Kita mengasihinya, dan ia mengasihi kita. Inilah hubungan di mana kita bisa mencicipi kesatuan yang indah yang ada pada Allah. </span><span style="color:blue;">Inilah taman Eden (paradise) di bumi.</span></strong></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=60&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/02/dua-orang-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGOBARKANKASIH DALAM PERNIKAHAN</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/02/mengobarkankasih-dalam-pernikahan/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/02/mengobarkankasih-dalam-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 07:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[PERNIKAHAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Mengobarkan Kasih Dalam Pernikahan 
 
Cobalah ingat apa yang anda rasakan ketika kencan pertama kali dengan pacar anda. Ingatkah betapa anda merindukan anda setiap kali anda tidak bisa bertemu dengannya? Ingatlah  betapa terharunya dan berbunga-bunganya hati anda ketika anda bertemu dengan pasangan anda di altar dan mengucapkan janji untuk membagi hidup berdua dalam kondisi apapun. Masa-masa  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=59&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengobarkan Kasih Dalam Pernikahan </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV">Cobalah ingat apa yang anda rasakan ketika kencan pertama kali dengan pacar anda. Ingatkah betapa anda merindukan anda setiap kali anda tidak bisa bertemu dengannya? Ingatlah<span>  </span>betapa terharunya dan berbunga-bunganya hati anda ketika anda bertemu dengan pasangan anda di altar dan mengucapkan janji untuk membagi hidup berdua dalam kondisi apapun. Masa-masa<span>  </span>bulan madu rasanya seperti mabuk oleh cinta. Rasa sayang<span>  </span>meluap di dalam dada sampai rasanya sakit hanya dengan<span>  </span>mensyukuri betapa beruntungnya anda karena memilikinya. </span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Namun sekarang berbeda. Anda bukan lagi seorang yang melihat<span>  </span>pasangan anda dan menemukan semua hal yang anda puja tentang<span>  </span>dirinya. Kebaikannya terasa hambar dan keburukannya terasa menyakitkan. Anda tidak lagi mengecupnya sebelum berangkat kerja atau sebelum tidur dan ketika bangun tidur. Ia tidak lagi melakukan hal-hal romantis yang dulu sering dilakukannya<span>  </span>ketika pulang membawa bunga dan pelukan yang hangat. Waktu-waktu romantis saat makan malam diakhiri dengan rutinitas mencuci piring. Waktu berdua dengannya sekarang ditemani oleh anak-anak yang memanggil &#8211; manggil kita karena<span>  </span>kebutuhannya dan mengalihkan perhatian kita darinya. Waktu ngobrol dengannya diganti dengan pemberitahuan tentang siapa yang harus dijemput, apa yang harus dibeli, dan acara yang harus dihadiri. Anda lelah, kehilangan gairah, dan bosan<span>  </span>dengan pernikahan anda, bahkan bosan dengannya. Di mana cinta<span>  </span>yang dulu anda rasakan? </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kadang-kadang anda mulai berpikir-pikir. Kelihatannya anda tidak cocok dengannya, dan anda baru menyadarinya setelah bertahun-tahun tinggal dengannya. Kelihatannya ada saat-saat<span>  </span>di mana ia sudah tidak menginginkan anda. Kelihatannya ia lebih peduli dengan karir atau anak-anak dan menganggap kita<span>  </span>tidak terlalu penting lagi. Kelihatannya pria yang anda temui di tempat fitness atau wanita yang anda temui di sekolah anak anda sangat menarik. Kelihatannya sudah tidak bisa lagi hidup dengannya. Iapun mulai dekat dengan orang lain dan semakin jarang menghabiskan waktu di rumah. Dan anda memikirkan opsi tentang perceraian. Ada sesuatu yang salah di sini. Anda merasakannya, tapi tidak mengerti apa itu dan harus melakukan apa.</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span> </span>Apa yang salah dalam kisah di atas? Apakah masing-masing<span>  </span>pasangan terlalu sibuk? </span></strong><strong><span style="color:#ff0066;" lang="FI">Apakah suami terlalu fokus pada pekerjaan dan istri terlalu fokus pada anak? Apakah gairah<span>  </span>cinta padam karena telah bertahun-tahun menikah dan pasangan bukan lagi seseorang yang menarik karena kita sudah tahu terlalu banyak tentangnya? Apakah karena masing-masing tidak meluangkan waktu untuk komunikasi? Apakah kehidupan pernikahan<span>  </span>demikian menuntut waktu, energi, dan perhatian kita untuk hal-hal lain selain pasangan kita?</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="FI"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV">Semua alasan di atas (dan banyak lagi alasan lainnya) hanyalah manifestasi dari inti masalah sesungguhnya. Inti masalah sesungguhnya adalah ketika kita membiarkan diri kita menjauh dari pasangan kita (apapun bentuknya) dan memberikan ruang<span>  </span>lebih besar untuk diri kita sendiri dalam melakukan bagian<span>  </span>kita (baik pekerjaan maupun anak). </span></strong><strong><span style="color:#ff0066;" lang="FI">Ini adalah kondisi di mana kita membiarkan diri kita terpisah dari pasangan kita. Kesatuan kita dan pasangan ditentukan oleh seberapa melekatnya<span>  </span>kita berdua pada Tuhan, sumber kasih itu sendiri. Ketika kita membiarkan kesibukan hidup mengambil alih waktu persekutuan<span>   </span>kita dengan Tuhan (yang dilakukan bersama pasangan), maka kita<span>  </span>mulai berjalan ke arah yang berbeda. </span></strong><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV">Satu kegiatan yang menyatukan kita dengan pasangan adalah waktu doa bersama<span>  </span>dengannya. Ketika berdoa, maka kita menjadi satu di dalam roh, bukan hanya bersama dengan pasangan kita, tetapi juga bersama dengan Tuhan. Ini adalah ikatan supranatural yang mampu<span>  </span>menguatkan dan menjaga kesatuan kita dengan pasangan. Kasih, visi, dan sukacita yang ada dalam relasi ketiga pribadi inilah yang terus melekatkan kita menjadi satu pribadi dengan<span>  </span>pasangan.</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="color:#ff0066;" lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:#ff0066;" lang="SV">Ambillah waktu untuk berdoa bersama. Sharingkan bukan hanya kejadian sehari-hari, tapi juga pengalaman iman, pertumbuhan,<span>  </span>dan beban/visi yang anda alami dari Tuhan. Ini adalah hal yang utama. Selain itu tambahkanlah usaha ekstra untuk menciptakan sesuatu yang bernilai dan menyenangkan pasangan anda. Mungkin<span>  </span>baginya waktu, kebersamaan, hadiah, kecupan, dan belaian kasih sayang sangatlah berharga. Berikanlah semua itu dan lebih<span>  </span>lagi, berikanlah hati anda untuknya setiap hari, sebagaimana<span>  </span>Tuhan melakukannya bagi anda. </span><span style="color:#ff0066;">Selamat mengobarkan kasih dalam<span>  </span>pernikahan anda.</span></span></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=59&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/06/02/mengobarkankasih-dalam-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NILAI DIRI</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/05/28/nilai-diri/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/05/28/nilai-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 04:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[NILAI_DIRI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; NILAI DIRI &#8220;
Author : unknown 
 
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.

Ketika tiba hari, sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola  dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian
 
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. Kaleng itu dipajang di rak bersama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=58&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">&#8221; NILAI DIRI &#8220;</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Author : unknown </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Ketika tiba hari, sebuah truk datang ke pabrik mengangkut kaleng-kaleng coca cola<span>  </span>dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:#000080;">Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Kaleng coca cola pertama di turunkan disini. </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:#000080;">Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Di sana , kaleng kedua diturunkan. </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.</span></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana . Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Dan ketika keluarkan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Sekarang, pertanyaannya adalah : Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama?</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Lingkungan<span>  </span>mencerminkan harga. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Apabila<span>  </span>berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari dalam diri, maka akan menjadi cemerlang. Tapi bila berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri maka akan menjadi kerdil.</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span style="font-size:small;">Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama + lingkungan yang berbeda = <span> </span>NILAI YANG BERBEDA</span></span></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=58&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/05/28/nilai-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MINUM AIR PADA SAAT PERUT KOSONG</title>
		<link>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/05/28/minumair-pada-saat-perut-kosong/</link>
		<comments>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/05/28/minumair-pada-saat-perut-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 04:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tikkysuwantikno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tikkysuwantikno.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[


MINUM AIR PADA SAAT PERUT KOSONG         
Di Jepang sekarang ini sangat  popular sekali trend minum  air segera setelah bangun pagi. Apalagi, test ilmiah telah membuktikan  keampuhannya. Kami  memberikan deskripsi penggunaan air kepada pembaca kami dibawah ini. Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit moderen. Penyakit-penyakit   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=57&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><strong><em></em></strong></div>
<div><strong><em><span style="color:#993300;"></span></em></strong></div>
<p><strong><em><span style="color:#993300;"><span style="font-size:small;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">MINUM AIR PADA SAAT PERUT KOSONG<span>        </span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Di Jepang sekarang ini sangat<span>  </span>popular sekali trend minum<span>  </span>air segera setelah bangun pagi. Apalagi, test ilmiah telah membuktikan<span>  </span>keampuhannya. Kami<span>  </span>memberikan deskripsi penggunaan air kepada pembaca kami dibawah ini. Terapi air ini telah dibuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang untuk penyakit lama dan serius dan juga penyakit moderen. Penyakit-penyakit<span>   </span>tersebut adalah sebagai berikut: Sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air <span> </span>besar,semua penyakit mata, rahim, kanker, datang <span> </span>bulan tdk lancar, dan penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">METODE TERAPI </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span>1.<span style="font:7pt;">    </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Setelah anda Bangun pagi sebelum mengosok gigi, minum<span>  </span>4 x 160 gelas air.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span>2.<span style="font:7pt;">    </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun<span>  </span>selama 45<span>  </span>menit</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span>3.<span style="font:7pt;">    </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Setelah 45 menit anda boleh makan dan minum seperti biasa</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span>4.<span style="font:7pt;">    </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Setelah 15 menit sarapan, makan siang dan makan malam, jangan <span> </span>makan<span>  </span>ataupun minum apapun selama 2 jam </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span>5.<span style="font:7pt;">    </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Untuk anda yang tua ataupun sakit dan tidak dapat minum 4 gelas air pada saat mulai bias digantikan dengan meminum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas per hari.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><strong><em><span style="color:#000080;"><span>6.<span style="font:7pt;">    </span></span></span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Metode diatas adalah terapi untuk mengobati penyakit dari orang yang sakit dan orang lain dapat menikmati hidup yang sehat.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Daftar berikut adalah jumlah hari yang dibutuhkan untuk terapi<span>  </span>pengobatan/control/ mengurangi penyakit utama:</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">1.<span>    </span>Tekanan darah tinggi (30<span>  </span>hari)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">2.<span>    </span>Asam lambung (10 hari)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">3.<span>    </span>Diabetes (30 hari)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">4.<span>    </span>Susah buang air besar/konstipasi (10 hari)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">5.<span>    </span>Kanker<span>  </span>(180 hari) </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">6.<span>    </span>Tuberculosis (90<span>  </span>hari)</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">7.<span>    </span>Pasien arthritis disarankan untuk mengikuti terapi diatas ini hanya 3 <span> </span>hari pada minggu pertama dan dari minggu kedua dan<span>  </span>seterusnya ? Setiap hari </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Metode pengobatan ini tidak mempunyai efek samping, tetapi pada <span> </span>saat <span> </span>pelaksanaan pengobatan ini anda mungkin akan buang air beberapa kali.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Adalah lebih baik jika kita melanjutkan terapi ini dan menjadikan prosedur<span>  </span>ini sebagai rutinitas kerja dalam kehidupan kita. </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Minum air dan tetap sehat dan aktif.</span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Hal ini masuk akal? Orang Cina dan Jepang minum teh hangat pada saat makan mereka &#8230; bukan air dingin. </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">Mungkin sudah waktunya kita mengadopsi<span>  </span>kebiasaan minum mereka sewaktu makan !!!</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Tidak ada yang dirugikan dari hal<span>  </span>ini Untuk yang suka minum air dingin, artikel ini mungkin berguna untuk <span> </span>anda. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Adalah enak untuk minum minuman dingin setelah makan. Bagaimana pun, air<span>  </span>dingin akan memadatkan minyak yang anda konsumsi. Ia akan<span>   </span>memperlambat pencernaan. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Sekali &#8220;kotoran&#8221; ini bereaksi dengan asam, ia akan dipecah dan diserap oleh intestine lebih cepat daripada makanan padat. Ia akan berbaris dalam usus besar. Dengan cepat, ini akan berubah menjadi lemak dan menjadi pemicu kanker. Adalah sangat bagus untuk minum sup hangat ataupun air hangat setelah<span>  </span>makan. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Pesan yang serius untuk serangan<span>  </span>jantung:<span>  </span>·<span>         </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Wanita </span></em></strong><strong><em><span style="color:#000080;">seharusnya tahu jika tidak semua simptom serangan jantung adalah sakit pada lengan kiri.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Berhati-hatilah terhadap sakit yang sangat pada garis rahang. Kamu mungkin tidak pernah merasakan sakit pertama pada dada selama serangan jantung. Pusing dan keringat berlebihan merupakan simptom pada umumnya 60% dari orang mengalami serangan jantung ketika mereka sedang tidur tetapi tidak bangun lagi Sakit pada rahang dapat membangunkan anda dari tidur yang lelap</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Mari berhati-hati dan sadar Makin banyak kita tahu, kesempatan bertahan hidup menjadi lebih besar.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><font color="#993300"><font size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="color:#000080;">Seorang ahli jantung berkata jika semua orang yang mendapatkan email ini<span>  </span>melanjutkan pengiriman kepada semua orang yang<span>  </span>mereka kenal, anda akan<span>  </span>bisa pastikan kita akan menyelamatkan setidaknya satu nyawa.</span></em></strong></p>
<p></font></font></em></strong></span><strong><em><font color="#993300"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></font></em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tikkysuwantikno.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tikkysuwantikno.wordpress.com&blog=2067460&post=57&subd=tikkysuwantikno&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tikkysuwantikno.wordpress.com/2008/05/28/minumair-pada-saat-perut-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/591fabc4aee765ed737eb148177cf873?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tikkysuwantikno</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>