Pengelolaan Keuangan Sekolah Harus Terbuka

Pengelolaan Keuangan Sekolah Harus Terbuka

[JAKARTA] Pengelolaan keuangan sekolah harus terbuka sehingga dapat mengurangi potensi penyelewengan kebijakan serta praktik-praktik korupsi yang kerap menghantui sektor pendidikan. Keterbukaan terutama berkaitan dengan dana yang dipungut dari masyarakat, khususnya dari orangtua murid.

“Kami mendorong pemerintah agar menciptakan iklim keterbukaan informasi dalam pengelolaan pendidikan, khususnya keuangan sekolah. Kami berharap, orangtua murid tidak lagi menuduh sekolah memeras mereka,” kata Ketua Aliansi Orangtua Peduli Transparansi Dana Pendidikan (Auditan) Handaru Widjatmiko, kepada /SP/, di Jakarta, Rabu (23/1).

Handaru mengemukakan, dengan adanya keterbukaan informasi dalam pengelolaan sekolah, baik yang menyangkut urusan administratif maupun finansial, maka semua pihak dapat mengontrol program serta kebijakan yang dibuat oleh pihak sekolah, sehingga kecenderungan untuk melakukan penyelewengan kebijakan termasuk juga korupsi dapat diminimalkan.

Selama ini, katanya, pihak sekolah di Indonesia masih cenderung bersikap menutup diri atas akses informasi bagi masyarakat. Orangtua siswa maupun komite sekolah kerap tidak mendapatkan peluang untuk mengakses berbagai informasi terkait dengan kebijakan administratif dan finansial sekolah. “Salah satu contoh krusial adalah kesulitan para orangtua dalam mengakses informasi soal rencana anggaran pendapat dan belanja sekolah (RAPBS),” ucapnya.

Akibat dari ketertutupan ini, katanya, kemungkinan terjadinya praktik korupsi dalam penyusunan RAPBS pun kian bertambah besar. Menurutnya, keterbukaan informasi di sektor pendidikan saat ini hanya dimaknai oleh pihak sekolah dan pengelola pendidikan sebagai hal yang menyangkut sebatas peran serta orangtua siswa dalam memberikan sumbangan ke sekolah.

Keterbukaan informasi ini, lanjutnya, belum dimaknai sebagai keterlibatan dari orangtua siswa dalam mengakses segala informasi terkait pendidikan anak-anak mereka.

Atas dasar itu, Handaru berpendapat, sekarang sudah saatnya bagi pemerintah untuk melakukan upaya keterbukaan informasi terkait dengan pengelolaan pendidikan khususnya sekolah.

“Peluang itu pun terbuka lebar bagi pemerintah melalui UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang saat ini rancangannya masih di bahas di DPR. UU KIP nantinya harus bisa pula mengakomodasi keterbukaan informasi di dunia pendidikan ini, dan tidak hanya mengatur keterbukaan informasi di bidang politik dan pertahanan saja,” katanya.

*Pengawas Independen*

Anggota Auditan lainnya, Teguh Imawan, menambahkan, korupsi berkedok Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah sangat sistematis di sekolah. Contohnya adalah dalam bentuk penyusunan RAPBS. Hal itu bisa terlihat dalam pembahasan RAPBS yang kerap tidak transparan dan tidak melibatkan komite sekolah.

“Pembuatan RAPBS kerap didesain untuk menyedot uang agar masuk ke sekolah. Padahal, pemerintah sudah mengucurkan BOS. Lebih aneh lagi, tidak ada laporan pertanggungjawaban yang diberikan ke orangtua siswa,” tuturnya.

Dia menuturkan, korupsi sistemik yang dilakukan di tataran sekolah tidak mengenal apakah sekolah tersebut memiliki mutu yang bagus atau tidak. Misalnya, berbagai pungutan yang dikeluhkan terjadi pada sebuah SDN di Menteng, Jakarta Pusat, dan SDN Percontohan di kawasan Jakarta Timur. Padahal, SD ini sangat bagus dengan berbagai prestasi.

“Kenyataannya, banyak orangtua murid yang memberikan laporan maraknya pungutan dari sekolah tersebut, sehingga memang dibutuhkan lembaga pengawas independen dan profesional ketika pengawas daerah sudah tumpul dalam melakukan fungsinya,” katanya.

Dia mengemukakan, upaya dalam menyusun RAPBS partisipatif masih menghadapi sejumlah persoalan krusial. Secara teori, RAPBS memang sangat bagus, namun masih lemah pada implementasinya. Kelemahan mendasar ini terletak pada rendahnya kompetensi teknis pihak sekolah, terutama kepala sekolah. [W-12]

Sumber : Suara Pembaruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: