MENGOBARKANKASIH DALAM PERNIKAHAN

Mengobarkan Kasih Dalam Pernikahan

 

Cobalah ingat apa yang anda rasakan ketika kencan pertama kali dengan pacar anda. Ingatkah betapa anda merindukan anda setiap kali anda tidak bisa bertemu dengannya? Ingatlah  betapa terharunya dan berbunga-bunganya hati anda ketika anda bertemu dengan pasangan anda di altar dan mengucapkan janji untuk membagi hidup berdua dalam kondisi apapun. Masa-masa  bulan madu rasanya seperti mabuk oleh cinta. Rasa sayang  meluap di dalam dada sampai rasanya sakit hanya dengan  mensyukuri betapa beruntungnya anda karena memilikinya.

 

Namun sekarang berbeda. Anda bukan lagi seorang yang melihat  pasangan anda dan menemukan semua hal yang anda puja tentang  dirinya. Kebaikannya terasa hambar dan keburukannya terasa menyakitkan. Anda tidak lagi mengecupnya sebelum berangkat kerja atau sebelum tidur dan ketika bangun tidur. Ia tidak lagi melakukan hal-hal romantis yang dulu sering dilakukannya  ketika pulang membawa bunga dan pelukan yang hangat. Waktu-waktu romantis saat makan malam diakhiri dengan rutinitas mencuci piring. Waktu berdua dengannya sekarang ditemani oleh anak-anak yang memanggil – manggil kita karena  kebutuhannya dan mengalihkan perhatian kita darinya. Waktu ngobrol dengannya diganti dengan pemberitahuan tentang siapa yang harus dijemput, apa yang harus dibeli, dan acara yang harus dihadiri. Anda lelah, kehilangan gairah, dan bosan  dengan pernikahan anda, bahkan bosan dengannya. Di mana cinta  yang dulu anda rasakan?

 

Kadang-kadang anda mulai berpikir-pikir. Kelihatannya anda tidak cocok dengannya, dan anda baru menyadarinya setelah bertahun-tahun tinggal dengannya. Kelihatannya ada saat-saat  di mana ia sudah tidak menginginkan anda. Kelihatannya ia lebih peduli dengan karir atau anak-anak dan menganggap kita  tidak terlalu penting lagi. Kelihatannya pria yang anda temui di tempat fitness atau wanita yang anda temui di sekolah anak anda sangat menarik. Kelihatannya sudah tidak bisa lagi hidup dengannya. Iapun mulai dekat dengan orang lain dan semakin jarang menghabiskan waktu di rumah. Dan anda memikirkan opsi tentang perceraian. Ada sesuatu yang salah di sini. Anda merasakannya, tapi tidak mengerti apa itu dan harus melakukan apa.

 

 Apa yang salah dalam kisah di atas? Apakah masing-masing  pasangan terlalu sibuk? Apakah suami terlalu fokus pada pekerjaan dan istri terlalu fokus pada anak? Apakah gairah  cinta padam karena telah bertahun-tahun menikah dan pasangan bukan lagi seseorang yang menarik karena kita sudah tahu terlalu banyak tentangnya? Apakah karena masing-masing tidak meluangkan waktu untuk komunikasi? Apakah kehidupan pernikahan  demikian menuntut waktu, energi, dan perhatian kita untuk hal-hal lain selain pasangan kita?

 

Semua alasan di atas (dan banyak lagi alasan lainnya) hanyalah manifestasi dari inti masalah sesungguhnya. Inti masalah sesungguhnya adalah ketika kita membiarkan diri kita menjauh dari pasangan kita (apapun bentuknya) dan memberikan ruang  lebih besar untuk diri kita sendiri dalam melakukan bagian  kita (baik pekerjaan maupun anak). Ini adalah kondisi di mana kita membiarkan diri kita terpisah dari pasangan kita. Kesatuan kita dan pasangan ditentukan oleh seberapa melekatnya  kita berdua pada Tuhan, sumber kasih itu sendiri. Ketika kita membiarkan kesibukan hidup mengambil alih waktu persekutuan   kita dengan Tuhan (yang dilakukan bersama pasangan), maka kita  mulai berjalan ke arah yang berbeda. Satu kegiatan yang menyatukan kita dengan pasangan adalah waktu doa bersama  dengannya. Ketika berdoa, maka kita menjadi satu di dalam roh, bukan hanya bersama dengan pasangan kita, tetapi juga bersama dengan Tuhan. Ini adalah ikatan supranatural yang mampu  menguatkan dan menjaga kesatuan kita dengan pasangan. Kasih, visi, dan sukacita yang ada dalam relasi ketiga pribadi inilah yang terus melekatkan kita menjadi satu pribadi dengan  pasangan.

 

Ambillah waktu untuk berdoa bersama. Sharingkan bukan hanya kejadian sehari-hari, tapi juga pengalaman iman, pertumbuhan,  dan beban/visi yang anda alami dari Tuhan. Ini adalah hal yang utama. Selain itu tambahkanlah usaha ekstra untuk menciptakan sesuatu yang bernilai dan menyenangkan pasangan anda. Mungkin  baginya waktu, kebersamaan, hadiah, kecupan, dan belaian kasih sayang sangatlah berharga. Berikanlah semua itu dan lebih  lagi, berikanlah hati anda untuknya setiap hari, sebagaimana  Tuhan melakukannya bagi anda. Selamat mengobarkan kasih dalam  pernikahan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: